Miris

Hari ini seperti biasanya, gue berangkat ke kantor naik bis metromini 76 jurusan Kp. Rambutan-Blok M. Gue naik bis 76 dari Kp. Rambutan biar dapet tempat duduk. Klo harus naik 76 di Psr. Rebo harus siap-siap jadi ikan teri, dan tahan berdiri berjubel-jubel ditengah perjalanan yang macet. Jadi biar tetep ok sampai kantor, gue pilih turun di Kp. Rambutan biar bisa duduk.

Setiap gue naik bis 76 dari Kp. Rambutan, ada kejadian yg bikin gue miris. Ada seorang ibu (kira-kira 50thnan) yg sedikit tunanetra dituntun sama anak laki-lakinya (sepertinya)(30 thnan). Si anak laki-lakinya selalu nuntun si ibu tersebut. Si ibu tersebut selalu meminta-minta orang-orang di dalam bis 76 sembari memberikan doa untuk orang-orang yang memberikan uangnya buat si ibu. Yang bikin gue kesel bukan si ibu tersebut, tp anak laki-lakinya yang ikut-ikutan pasang muka melas setiap minta-minta. Karena menurut gue, seharusnya anak laki-lakinya itu kerja yang bener, bukan menjadikan ibunya “MODEL” di 76. Gue baru ngeliat pasangan ibu dan anak ini pasca lebaran.

Awalnya gue juga merasa kasihan, tp lama-lama jadi males klo ngeliat muka anak laki-lakinya yang pasrah dan Cuma nuntun ibunya minta-minta. Yang seharusnya (si ibu) udah bisa istirahat di rumah, menikmati hari tua dan pemberian (hasil kerja) dari anaknya.

Semoga si anak laki-lakinya mendapatkan kerja yang lebih baik, sehingga si ibu tidak perlu ikut ke jalanan untuk meminta-minta.

Amin..

Advertisement

Posted on October 19, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.